How it works
Corporate Booking & Procurement
Form brief adalah inquiry, bukan booking otomatis. Ketersediaan, final scope, kebutuhan crew, perjalanan, lisensi, terms komersial, dan timeline delivery dikonfirmasi sebelum project berjalan.
- Kirim brief. Sertakan tanggal, lokasi, jenis layanan, tujuan output, rundown atau brand guideline bila ada, dan kebutuhan deadline.
- Konfirmasi scope dan ketersediaan. Whitepaper meninjau kebutuhan produksi dan detail yang masih perlu diklarifikasi.
- Proposal atau invoice. Proposal, invoice, atau informasi untuk alur PO disiapkan sesuai kebutuhan project dan proses perusahaan.
- Booking dikonfirmasi setelah scope, tanggal, dokumen, dan ketentuan yang relevan disepakati.
- Pre-production dan delivery. Brief, shot priority, akses lokasi, serta output akhir dirapikan sesuai kesepakatan project.
Prepare your brief
Information that helps procurement move faster.
Untuk mempercepat estimasi, kirimkan nama perusahaan, PIC, tanggal dan venue, kebutuhan foto/video, durasi perkiraan, kebutuhan proposal/invoice/PO, deliverables, serta deadline publikasi.
Jika ada, lampirkan rundown, brand guideline, prioritas VIP atau speaker, dan aturan venue.
Untuk corporate event, informasi publik yang tersedia saat ini: harga mulai dari Rp3.500.000 untuk coverage hingga 8 jam, preview pilihan dalam 24 jam, dan final delivery 2โ3 hari kerja. Seluruh scope dan komitmen final tetap dikonfirmasi per project.
Next step
Start with the details that matter.
FAQ
Common questions.
Apakah inquiry langsung menjadi booking?
Tidak. Inquiry dipakai untuk meninjau kebutuhan dan ketersediaan sebelum booking dikonfirmasi.
Apakah tersedia proposal, invoice, atau PO perusahaan?
Ya, kebutuhan proposal, invoice, dan alur PO dapat dibahas selama inquiry sesuai scope project.
Apakah bisa koordinasi dengan internal team atau EO?
Bisa dibahas saat briefing. Menentukan satu PIC utama membantu koordinasi prioritas, akses, dan approval.